Pabrik Gula Madukismo

Wisata Edukasi Di Pabrik Gula Madukismo

Tromol Pos 49 Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55181
Jam Buka: Senin – Kamis Pukul 08:00 – 15:00
Jumat – Sabtu pukul 08:00 – 12:00
Telepon: (0274) 377049

wisata-madukismo
kereta
madukismo-tebu
dsc009822
pesona-wisata-pabrik-gula-madukismo2
Tiket:
Rp 7.000 (Minimal 40 Orang)

Pabrik Gula  Madukismo adalah pabrik Gula  satu – satunya di Yogyakarta. Keberadaan pabrik tersebut turut mengemban  tugas untuk  mensukseskan  program pengadaan  pangan  Nasional, khususnya gula pasir. Pabrik  gula Madukismo Madukismo terletak  di  Kalurahan Tirtonimolo,  Kecamatan Kasihan,  Kabupaten  Bantul, Propinsi  Daerah Istimewa  Yogyakarta. Perusahaab yang menaungi pabrik tersebut merupakan bentuk  dari  Perseroan Terbatas (PT) yang didirikan pada tanggal 14 Juni 1955. Nama resmi dari pabrik tersebut adalah PT. Madu Baru. Pabrik Gula yang berada di Yogyakarta ini dibagi dua pabrik yaitu Pabrik Gula (PG Madukismo) dan Pabrik Alkohol/Spiritus (PS Madukismo).

Pabrik Gula Madukismo dibangun pada tahun 1955 atas prakarsa dari Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Sesaat setelah selesai, pabrik tersebut diresmikan oleh presiden RI yang pertama, yakni Ir. Soekarno dan mulai aktif memproduksi gula pada tahun 1958. Selain pabrik gula Madukismo, ada beberapa pabrik gula lain di Yogyakarta, dan salah satu pabrik gula yang berada dalam satu lokasi denga pabrik gula Madukismo adalah Pabrik Gula Pandokan. Akan tetapi pabrik tersebut dibakar habis pada masa pemerintahan Jepang.

Ketika berkunjung ke pabrik gula Madukismo, hal pertama yang bisa dirasakan adalah nuansa pada era perindustrian, dengan pemandangan berupa bangunan cukup besar yang sudah nampak tua. Berbagai benda kuno seperti mesin – mesin produksi gula kuno dan juga rel – rel kereta api yang dulu digunakan oleh kereta untuk mengankut tebu, akan langsung terlihat saat memijakan kaki di pabrik tersebut.

Ketika berkunjung ke pabrik gula Madukismo, pengunjung bisa merasakan pengalaman menaiki kereta tebu dengan gerbong – gerbong yang ditarik  oleh lokomotif  tua  bermesin diesel  buatan  Jerman. Pengunjung akan diantarakan untuk menjelajahi lokasi sekitar pabrik seperti perkebunan yang berada di area sekitar pabrik.

Jika pengunjung datang pada bulan bulan tertentu (mei – september) , pengunjung dapat menyaksikan langsung proses pembuatan gula dari tahan yang paling pertama, yaitu pemerahan nira untuk memisahkan sari gula dengan ampas tebu, pemurnian nira dengan melalui proses sulfitasi, penguapan nira, kristalisasi menjadi butiran – butiran gula, puteran gula, dan tahap akhir yaitu pengemasan.

Setelah menyaksikan proses pembuatan gula, pengujung bisa berlanjut menjelajahi pabrik spirtus Madukismo yang tepat berada di barat pabrik gula. di sana pengunjung juga dapat melihat proses pembuatan spirtus mulai dari tahap awal hingga tahap akhir. Proses pembuatan spirtus dimulai dari tahap pengenceran bahan baku, peragian atau fermentasi dan penyulingan.  Produk spirtus dan bahan kimia yang dihasilkan di pabrik tersebut merupakan hasil dari tetes tebu yang menjadi hasil sampingan dari pabrik gula Madukismo.

Selain petualangan menjelajahi pabrik tebu dan pabrik spirtus Madukismo, pengunjung juga bisa menyaksikan ritual cembrengan yang biasa digelar pada musim giling antara bulan Mei sampai bulan September. Ritual tersebut digelar oleh para karyawan pabrik dan juga warga sekitar pabrik. Ritual tersebut sengaja digelar dengan tujuan memohon berkat agar proses penggilingan dapat berlangsung dengan lancar.  Dalam prosesi kirab, bisa disaksikan kirab tebu temanten dan pengilingan tebu pertama, kesenian jathilan, pasar rakyat, penanaman kepala kerbau dan sapi, sesajian, dan pembacaan ayat-ayat suci Alquran. Pada malah harinya, bisa disaksikan juga pagelaran wayang kulit semalam suntuk menghibur semua yang hadir dalam acara tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *